Ketidakjelasan Kasus Raffi Ahmad

images8

Jakarta – Pencarian titik terang atas permasalahan Raffi Ahmad seperti menegakkan benang basah. Entah pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) ataupun kubu Raffi yang benar Hingga kini kepastian hukum terhadap presenter kondang itu masih terkatung-katung.

Bahkan Dion Y. Pongkor selaku kuasa hukum Raffi Ahmad menganggap BNN hanya mengulur-ulur waktu. Dua kali pihak kejaksaan mengembalikan berkas perkara alias BAP, seolah menjadi amunisi bagi tim kuasa hukum Raffi untuk membebaskan klien mereka dari jeratan hukum.

“Yang ketiga ini, BNN sampai sekarang tidak mengirimkan kembali berkas ke jaksa,” ucap Dion Pongkor kepada tim Waswas seperti ditayangkan di SCTV, Rabu (24/4/2013).

“Mungkin karena BNN tahu hasilnya akan sama seperti sebelumnya. Karena tidak ada bukti baru yang dimiliki BNN,” imbuh Dion.

Di lain pihak, kuasa hukum BNN Partahi Sihombing mengakui kasus Raffi memang belum bisa disidangkan karena berkasnya yang belum lengkap. Partahi pun menekan pihak kejaksaan agar segera membawa kasus Raffi ke ruang sidang. Lambatnya pelimpahan berkas perkara membuat BNN sering jadi bulan-bulanan pihak Raffi Ahmad.

Partahi pun mengelak dengan menyebut bahwa kewenangan sidang berada di pihak kejaksaan. “Jaksa Agung ada apa dengan Anda, kenapa nggak P-21 juga Padahal sekarang tidak ada hal lagi yang harus dipenuhi. Semua barang bukti ada, saksi-saksi juga ada,” timpal Partahi.

Sebelumnya di hari yang sama atau Selasa (23/4/2013), Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) kembali menggelar sidang di Jakarta. Sidang digelar atas tuduhan pelanggaran kode etik yang dilakukan dalam kasus Raffi Ahmad.

Namun pihak BNN kembali tak menghadirkan presenter Raffi Ahmad. BNN dan kubu Raffi pun belum menemukan kata sepakat soal kehadiran presenter kondang yang terjerat kasus narkoba itu ke persidangan MKDI. Kedua belah pihak mempunyai argumentasi masing-masing.

Tim pengacara Raffi Ahmad kemudian mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta. Tujuan kedatangan itu terkait kasus Raffi yang diduga terjadi adanya pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam aduannya, Dion Y Pongkor, salah seorang pengacara Raffi meminta mediasi kepada Komnas HAM agar BNN segera membuat jelas status hukum kliennya. Setidaknya, kata dia, Raffi tidak dibantarkan di panti rehabilitasi Lido, Jawa Barat.

Terkait hal itu, pengacara BNN menganggap laporan pihak Raffi ke Komnas HAM sebagai sesuatu yang berlebihan. “Definisi pelanggaran HAM kan luas. Seberapa jauh merugikan sih BNN sudah punya standar SOP penyidikan,” jelas kuasa hukum BNN Partahi Sihombing.

Tentang Farhad's Blog

Muda dan Mandiri
Pos ini dipublikasikan di Umum dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s